Jumat, 19 November 2010

SEJARAH PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI ABAD 18, TEORI GENERASI SPONTAN DAN KULTUR MURNI


Sejarah Perkembangan Mikrobiologi abad ke 18
Pada abad ke 18 tahun 1769, Lazarro Spalanzani (1729 – 1799) meneliti dan menggunakan media steril dengan merebus kaldu daging selama 1 jam dan menempatkannya pada toples yang disegel/ditutup rapat menunjukkan tidak ditemukannya mikroorganisma dalam kaldu tersebut. Jadi ekperimen ini menentang teori abiogenesis. Tetapi Neddham mengatakan bahwa sumber makhluk hidup tadi adalah udara dimana pada percobaan Spalanzani tersebut tidak berinteraksi langsung dengan udara. Hampir 100 tahun setelah percobaan Needham ada 2 peneliti yang mencoba memecahkan kontroversi tentang peran udara. Pada tahun 1836, Franz Schulze melewatkan larutan asam kuat ke dalam tabung tertutup yang berisi daging yang telah dimasak dan disterilkan.

Kontribusi Louis Pasteur
Louis Pasteur (1822-1895) menjebak organisme yang terbawa udara dalam kapas, dia juga memanaskan leher labu angsa, mensteril meida, membiarkan labu terbuka; hasil percobaan menunjukkan tidak ada pertumbuhan organisme sebab partikel debu yang membawa organisme tidak mencapai medium; namun debu terjebak dalam leher labu; jika leher labu dipecah, debu akan mencapai medium dan organisme akan tumbuh; dengan cara ini, Pasteur telah mematahkan teori generasi spontan.
Pasteur menemukan mikrobia peyebab kerusakan pada minuman bir dan anggur. Pasteur menduga bahwa mikrobia merupakan penyebab penyakit pada jasad tinggi, bukti-bukti pendukung hipotesa tersebut sudah ada, yaitu :
Tahun 1813 ditemukan jamur penyebab penyakit tanaman gandum, tahun 1845 ditemukan jamur penyebab penyakit gandum, tahun 1836 ditemukan jamur penyebab penyakit pada ulat sutra dan pada kulit manusia.
1.         Pasteur memperagakan mikrobia bertanggung jawab perubahan kimiawi yang terjadi dalam makanan dan minuman.
  1. Mikrobia menghasilkan anggur, merusak anggur, mengawetkan makanan.
  2. Pasteur juga menemukan teknik Pasteurisasi.
2.         Pasteur ( 1860 S )
·      Penemuan Pasteur memperhatikan ada atau tidak ada oksigen yang pertumbuhan mikrobia.
·      Oksigen → pertumbuhan khamir cepat → biomassa menjadi tinggi.
·      Anaerob → yeast → alkohol
·      Penggunaan oksigen → cepat menggunakan glukosa daripada kondisi anaerob.
·      Apabila kecepatan penggunaan glukosa lambat, alkohol terdegradasi dan terbentuk asam, kemudian mikrobia tumbuh dalam adanya oksigen, ini disebut Pasteur effect.
·      Pasteur juga mendemonstrasikan mikrobia penghasil senyawa sisa : alcohol, asam butirat, asam laktat.
·      Penemuan tentang manipulasi lingkungan dan seleksi mikrobia untuk produksi etanol, vinegar, lisin, monosodium glutamat dan antibiotik → mikrobiologi industri ( cabang mikrobiologi ).
·      Pasteur berusaha menghambat kerusakan anggur → Pasteurisasi.
Pada tahun 1850an Pasteur berhasil memecahkan masalah yang timbul dalam industri anggur. Ia melakukan penelitian terhadap anggur yang baik dan anggur yang kurang baik. Pasteur menemukan bahwa jenis mikroorganisme menentukan kualitas anggur. Lalu ia menyimpulkan mikroorganisme yang sesuai akan menghasilkan produk yang bagus. Untuk itu ia memusnahkan mikroba yang telah ada dalam sari buah anggur dengan cara memanaskannya dan setelah dingin, kedalam anggur diinokulasikan dengan anggur yang berkualitas baik yang mengandung mikroorganisme yang diinginkan. Hasilnya anggur yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan tidak mengalami perubahan aroma selama disimpan karena sebelumnya dipanasi dulu selama beberapa menit pada suhu 50-60oC. Proses ini disebut pasteurisasi.

Kontribusi Koch
Mikrobia penyebab penyakit telah ditemukan sebelum percobaan Pasteur, oleh karena itu mikroba penyebab beberapa penyakit disebut germ theory of disease.
Tahun 1850 Koch telah menemukan bakteri berbentuk batang yang terdapat dalam darah domba yang sakit anthrax. Robert Koch telah berhasil membuktikan bahwa anthrax disebabkan oleh bakteri.
Apabila ingin membuktikan bahwa mikrobia adalah sebagai penyebab penyakit, langkah – langkah yang harus dilakukan harus sesuai Postulat Koch, dalam bentuk umum yang berbunyi sebagai berikut :
  1. Suatu mikroba yang diduga sebagai penyebab penyakit harus ada pada setiap tingkatan penyakit.
  2. Mikroba tersebutdapat diisolasi dari jasad sakit dan ditumbuhkan dalam biaka murni.
  3. Apabila biakan murni tersebut disuntikan pada hewan yang sehat dan peka, dapat menimbulkan penyakit yang sama.
  4. Mikrobia dapat diisolasi dari jasad yang telah dijadikan sakit.
Koch juga menemukan cara untuk menumbuhkan bacteria melalui kultur murni, kultur yang berisi hanya satu jenis organisme. Koch mencoba melapisi suspesi bakteri pada irisan kentang kemudian pada gelatin yang mengeras. Tapi gelatin meleleh pada temperatur incubator ; setiap dalam ruangan temperature, beberapa mikrobia mencairkan gelatin tersebut.
 Akhirnya, Angelina Hesse, seorang Amerika istri salah satu dari koleganya Koch, menganjurkan Koch menambahkan agar sebagai media. Temuan ini , permukaan tetap pada mikroorganisme dapat menyebabkan penjalaran menjadi sangat tipis. Tiap organisme individu kemudian melipatgandakan untuk membuat koloni dari ribuan keturunan. Teknik Koch ini masih digunakan hingga sekarang.

A.    TEKNIK KULTUR MURNI
 Secara kebetulan seorang para Jerman melihat bahwa koloni yang tumbuh
pada kentang yang telah direbus pada akhirnya dapat menemukan jalan untuk memisah menjadi individu-individu. Caranya; mereka mengembangkan media spesifik untuk menumbuhkan mikroorganisma. Media adalah substansi yang memenuhi kebutuhan nutrisi mikroorganisma. Koch dan koleganyanya juga menunjukkan bahwa senyawa dari alga yang disebut agar dapat membuat media menjadi padat. Richard J.Petri (1852 – 1921) membuat piringan kaca bertutup untuk menempatkan media agar alat tersebut selanjutnya disebut Petri dish yang masih digunakan sampai sekarang. Pada tahun 1892, dengan menggunakan teknik
biakan murni Koch dan anggotanya menemukan agen-agen penyebab typus, dipteri, tetanus, pneumonia dan lain sebagainya. Koch mengenalkan penggunaan binatang model untuk penyakit manusia dengan cara menginjeksikan bakteri ke dalam menit, kelinci, babi atau domba. Ia bahkan menempelkan kamera pada mikroskopnya untuk mengambil gambar dan menggunakannya sebagai bukti untuk menghilangkan keraguan.
Postulat Koch
Pada tahun 1880, Koch memanfaatkan kemajuan metoda laboratorium dan menentukan kriteria yang diperlukan untuk membuktikan bahwa mikroba spesifik merupakan penyebab penyakit tertentu. Kriteria ini dikenal dengan postulat Koch yaitu:
1. Mikroorganisma tertentu selalu ditemukan berasosiasi dengan penyakit yang ditimbulkan.
2. Mikroorganisma dapat diisolasi dan ditumbuhkan sebagai biakan murni di laboratorium.
3. Biakan murni tersebut bila diinjeksikan pada binatang yang sesuai dapat menimbulkan penyakit.
4. Mikroorganisma tersebut dapat diisolasi kembali dari hewan yang telah terinfeksi tersebut.
Adanya kriteria tersebut menjadi jalan ditemukannya berbagai bakteri penyebab berbagai penyakit dalam waktu yang cukup singkat (kurang dari 30 tahun). Penemuan virus, adanya bakteri yang dapat menimbulkan berbagai penyakit serta adanya penyakit tertentu yang ditimbulkan oleh lebih dari 1 mikroorganisma memerlukan modifikasi dari postulat Koch. Pada tahun 1892 Dimitri Ivanovski menunjukkan bahwa agen yang menyebabkan penyakit mosaik pada tembakau dapat ditularkan melalui ekstrak tanaman yang sakit. Ekstrak terebut disaring dengan filter yang ditemukan oleh kawan-kawan Pasteur dimana filter tersebut diketahui dapat menyaring bakteri. Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa agen tersebut mempunyai ukuran yang jauh lebih kecil dari bakteri. Yellow fever merupakan penyakit pertama pada manusia yang diketahui disebabkan oleh virus. Pada tahun 1900 seorang ahli bedah bernama Walter reed (1851-1902) dengan menggunakan manusia sebagai volunteer membuktikan bahwa virus tersebut dibawa oleh nyamuk tertentu lainnya membawa protozoa penyebab malaria. Salah satu cara penting untuk mencegah penyakit tersebut adalah
mengurus air yang tergenang yang digunakan nyamuk untuk tempat berkembang biak.

Pembiakan dan Pertumbuhan Mikroorganisme
Pada bahasan berikut ini dititikberatkan pada metode/prosedur untuk menumbuhkan (membiakan) mikroorganisme di laboratorium. Terdapat beberapa mikroorganisme memerlukan keadaan yang sangat khusus, misalnya tidak ada O2 sama sekali (kondisi an aerob), sedikit O2 (microaerofilik), mutlak ada O2 (aerob), ada/tidak ada O2 (fakultatif). Selain itu, biasanya mikroorganisme di alam masih terdapat dalam bentuk campuran, dengan kata lain terdiri dari beberapa jenis mikroorganisme atau belum murni. Oleh karena itu, di dalam penelaahan terhadap suatu mikroorganisme, selain ditumbuhkan juga perlu dilakukan isolasi. Berikut ini akan dibahas tentang beberapa teknik isolasi mikroba dan pertumbuhan/pembiakannya.
A. Isolasi Mikroba
Beratus-ratus spesies mikroba dapat menghuni berbagai macam bagian tubuh kita, misal: mulut, saluran pencernaan, kulit, dll. Sekali bersin dapat menyebarkan beribu-ribu mikroorganisme. Satu gram kotoran manusia/hewan dapat mengandung jutaan bakteri. Udara, air, tanah, juga dihuni oleh sekumpulan mikroorganisme. Populasi mikroorganisme tersebut pada umumnya terdapat dalam populasi campuran. Amat jarang mikroorganisme tersebut dijumpai sebagai satu spesies tunggal. Di sisi lain, untuk mencirikan dan mengidentifikasikan suatu spesies mikroorganisme tertentu, yang pertama harus dilakukan adalah memisahkannya dari organisme lain, hingga diperoleh biakan murni. Biakan murni adalah biakan yang sel-selnya berasal dari pembelahan satu sel tunggal.
Proses pemisahan/pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua pekerjaan mikrobiologis, misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme, memerlukan suatu populasi yang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Teknik tersebut dikenal dengan Isolasai Mikroba. Terdapat berbagai cara mengisolasi mikroba, yaitu: 1) isolasi pada agar cawan, 2) isolasi pada medium cair, dan 3) Isolasi sel tunggal
1)      Isolasi pada agar cawan
Prinsip pada metode isolasi pada agar cawan adalah mengencerkan mikroorganisme sehingga diperoleh individu spesies yang dapat dipisahkan dari organisme lainnya. Setiap koloni yang terpisah yang tampak pada cawan tersebut setelah inkubasi berasal dari satu sel tunggal. Terdapat beberapa cara dalam metode isolasi pada agar cawan, yaitu: Metode gores kuadran, dan metode agar cawan tuang. Metode gores kuadran, bila metode ini dilakukan dengan baik akan menghasilkan terisolasinya mikroorganisme, dimana setiap koloni berasal dari satu sel. Metode agar tuang. Berbeda dengan metode gores kuadran, cawan tuang menggunakan medium agar yang dicairkan dan didinginkan (50oC), yang kemudian dicawankan. Pengenceran tetap perlu dilakukan sehingga pada cawan yang terakhir mengandung koloni-koloni yang terpisah di atas permukaan/di dalam cawan.
2)      Isolasi pada medium cair
Metode isolasi pada medium cair dilakukan bila mikroorganisme tidak dapat tumbuh pada agar cawan (medium padat), tetapi hanya dapat tumbuh pada kultur cair. Metode ini juga perlu dilakukan pengenceran dengan beberapa serial pengenceran. Semakin tinggi pengenceran peluang untuk mendapatkan satu sel semakin besar.
3)      Isolasi sel tunggal
Metode isolasi sel tunggal dilakukan untuk mengisolasi sel mikroorganisme berukuran besar yang tidak dapat diisolasi dengan metode agar cawan/medium cair. Sel mikroorganisme dilihat dengan menggunakan perbesaran sekitar 100 kali. Kemudian sel tersebut dipisahkan dengan menggunakan pipet kapiler yang sangat halus ataupun micromanipulator, yang dilakukan secara aseptis.











Pertanyaan.
1.      Jelaskan penemuan dan sumbangan ilmiah yang dilakukan oleh Leeuwenhoek sampai saat ini.
  1. List the major groups of organisms studied in microbiology.
  2. Compare and contrast eubacteria and eukaryotic organisms.
  3. Describe how the scientific method was used to study the theory of spontaneous generation.
  4. Define the Germ Theory of Disease.
  5. Utilizing Koch's postulates explain how evidence links the etiologic agent to a specific disease.
  6. List at least three important roles that microbes fulfill in the world today.
  7. Describe the rationale behind classification of microbes.      
Jawaban.
  1. Antony van Leeuwenhoek (1632 – 1723) sebenarnya bukan peneliti atau
ilmuwan yang profesional. Profesi sebenarnya adalah sebagai ‘wine terster’ di kota
Delf, Belanda. Ia biasa menggunakan kaca pembesar untuk mengamati serat-serat
pada kain. Sebenarnya ia bukan orang pertama dalam penggunaan mikroskop, tetapi
rasa ingin tahunya yang besar terhadap alam semesta menjadikannya salah seorang
penemu mikrobiologi.
Leewenhoek mwnggunakan mikroskopnya yang sangat sederhana untuk
mengamati air sungai, air hujan, ludah, feses dan lain sebagainya. Ia tertarik dengan
banyaknya benda-benda kecil yang dapat bergerak yang tidak terlihat dengan mata
biasa. Ia menyebut benda-benda bergerak tadi dengan ‘animalcule’ yang
menurutnya merupakan hewan-hewan yang sangat kecil. Penemuan ini membuatnya
lebih antusias dalam mengamati benda-benda tadi dengan lebih meningkatkan
mikroskopnya. Hal ini dilakukan dengan menumbuk lebih banyak lensa dan
memasangnya di lempengan perak. Akhirnya Leewenhoek membuat 250 mikroskop
yang mampu memperbesar 200-300 kali. Itulah sumbangan beliau untuk Ilmu pengetahuan.
  1. Secara garis besar mikroba yang dipelajari di Mikrobiologi yaitu.
a.       Virus
b.      Bakteri
c.       Alga
d.      Protozoa
e.       Jamur
  1. Beda organisme prokariotik dan eukariotik
a.       Prokariot mempunyai morfologi relatif sederhana dan tidak mempunyai membran nukleus
b.      Eukariot mempunyai morfologi kompleks dan membran nucleus
  1. Tentang Generasi spontan yaitu :
  1. Usulan konsep generasi spontan meyakini bahwa organisme hidup dapat berkembang dari materi tidak hidup atau dekomposisi.
  2. Francesco Redi (1626-1697) membantah konsep generasi spontan dengan menunjukkan bahwa belatung pada daging busuk berasal dari telur lalat yang meletakkan telur pada daging tersebut, bukan dari daging itu sendiri..
  3. John Needham (1713-1781) mendukung teori generasi spontan dengan menunjukkan bahwa kaldu yang dipanaskan dalam labu dan kemudian ditutup masih dapat memunculkan mikroorganisme.
  4. Lazzaro Spallanzani (1729-1799) menunjukkan bahwa labu yang ditutup dan kemudian dididihkan tidak ada mikroorganisme yang tumbuh, dan menyatakan bahwa udara yang masuk ke labu medium membawa benih, dan udara mungkin diperlukan untuk mendukung pertumbuhan organisme yang sudah ada di medium.
  5. Louis Pasteur (1822-1895) menjebak organisme yang terbawa udara dalam kapas, dia juga memanaskan leher labu angsa, mensteril meida, membiarkan labu terbuka; hasil percobaan menunjukkan tidak ada pertumbuhan organisme sebab partikel debu yang membawa organisme tidak mencapai medium; namun debu terjebak dalam leher labu; jika leher labu dipecah, debu akan mencapai medium dan organisme akan tumbuh; dengan cara ini, Pasteur telah mematahkan teori generasi spontan.
  6. John Tyndall (1820-1893) menunjukkan bahwa debu membawa mikroba dan jika debu tidak ada, medium tetap steril, bahkan jika medium terdedah udara. Tydall juga memberikan bukti keberadaan bakteri yang resisten panas.
  1. Teori kuman penyakit adalah satu-satunya sumbangan paling penting dengan ilmu mikrobiologi untuk kesejahteraan umum di dunia orang-orang, mungkin satu-satunya sumbangan paling penting dari semua disiplin ilmu pengetahuan modern. Teori ini menjelaskan bahwa mikroorganisme dapat menjadi penyebab beberapa atau semua penyakit.
  2. Satu set undang-undang dijelaskan oleh Robert Koch: yang mikroorganisme diidentifikasi sebagai agen etiologi harus hadir dalam setiap kasus penyakit; para agen etiologi harus diisolasi dan dibudidayakan di kultur murni; organisme harus menghasilkan penyakit ketika disuntik di kultur murni menjadi rentan hewan; suatu mikroorganisme harus diperhatikan dalam dan pulih dari sakit eksperimental binatang
Postulat Koch adalah empat kriteria dasar suatu organisme harus dipenuhi agar dapat diidentifikasi sebagai patogen (dapat menyebabkan penyakit).
Karakteristik adalah sebagai berikut:
a)      Organisme harus ditemukan dalam jaringan binatang yang telah terinfeksi dengan penyakit, bukan di bebas penyakit hewan.
b)      Organisme harus diisolasi dari hewan berpenyakit dan tumbuh dalam budaya murni atau in vitro.
c)      organisme yang berbudaya harus dapat ditransfer ke hewan yang sehat, yang akan menunjukkan tanda-tanda penyakit setelah terpajan pada organisme.
d)     Organisme harus dapat diisolasi dari hewan yang terinfeksi.
7.       
8.      Istilah mikroba adalah singkatan dari mikroorganisme, yang berarti organisme kecil Untuk membantu orang memahami berbagai jenis mikroba, mereka dikelompokkan atau diklasifikasikan dalam berbagai cara. Mikroba sangat beragam dan mewakili semua kerajaan besar kehidupan. Bahkan, dalam hal jumlah, sebagian besar keanekaragaman kehidupan di Bumi ini diwakili oleh mikroba. Berikut adalah garis besar kelompok utama mikroorganisme:
Virus
Gambar 1. virus
Virus adalah terlalu kecil untuk dilihat tanpa mikroskop. Virus pada dasarnya adalah kumpulan kecil materi genetik dibawa dalam sebuah shell virus yang disebut mantel. Beberapa virus memiliki lapisan tambahan di mantel ini disebut amplop. Itu pada dasarnya semua ada virus.
Ada ribuan virus yang berbeda yang datang dalam berbagai bentuk. Banyak yang multi-sided atau polyhedral. Jika Anda pernah melihat dekat potongan permata, seperti berlian dalam cincin pertunangan, Anda sudah melihat contoh sebuah bentuk polyhedral. Tidak seperti berlian dalam cincin Namun, virus tidak lancip ke satu titik, tetapi berbentuk sama sekeliling. Virus lain berbentuk oval atau batu bata tajam dengan sudut-sudut membulat. Beberapa seperti tongkat kurus sementara yang lain tampak seperti potongan-potongan tali melingkar. Beberapa yang lebih kompleks dan berbentuk seperti polong pendaratan pesawat ruang angkasa kecil.
Virus yang ditemukan pada atau di hampir setiap materi dan lingkungan di Bumi dari tanah air ke udara. Mereka pada dasarnya ditemukan di mana ada sel-sel untuk menginfeksi. Virus dapat menginfeksi semua makhluk hidup. Namun, virus cenderung agak pilih-pilih jenis apa yang menginfeksi sel-sel mereka. Tanaman tidak dilengkapi virus untuk menulari sel-sel hewan, misalnya, meskipun tanaman tertentu virus tersebut dapat menginfeksi sejumlah tanaman terkait. Kadang-kadang, virus dapat menulari satu binatang dan tidak membahayakan, tetapi menyebabkan kerusakan besar ketika masuk ke dalam yang berbeda namun berkaitan erat dengan hewan.
Virus hanya ada untuk mereproduksi. Untuk melakukan itu, mereka harus mengambil alih sel inang yang cocok. Setelah mendarat di sel inang yang cocok, virus ini mendapatkan gen di dalam sel menipu baik oleh sel inang untuk menarik ke dalam, atau oleh virus yang menghubungkan mantel dengan host dinding atau membran sel dan melepaskan para gen di dalam, atau dengan menyuntikkan mereka gen ke dalam DNA sel inang. DNA. Gen virus kemudian disalin beberapa kali, dengan menggunakan proses sel inang biasanya digunakan untuk mereproduksi DNA-nya sendiri. Gen virus baru kemudian datang bersama-sama dan berkumpul menjadi virus baru. Virus baru baik dilepaskan dari sel inang tanpa merusak sel atau pada akhirnya membangun sebuah angka yang cukup besar mereka meledak sel inang.
Bakteri
Gambar 2. Bakteri
Bakteri terdiri dari hanya satu sel, tapi mereka kelompok yang sangat kompleks makhluk hidup. Beberapa bakteri dapat hidup pada temperatur di atas titik didih dan dalam dingin di bawah titik beku.
Ada ribuan jenis bakteri, tetapi semuanya pada dasarnya adalah salah satu dari tiga bentuk yang berbeda. Beberapa batang-atau berbentuk tongkat, sedangkan yang lainnya berbentuk seperti bola-bola kecil. Lain masih heliks atau berbentuk spiral. Beberapa sel bakteri ada sebagai individu, sementara yang lain berkumpul untuk membentuk pasang, rantai, bujur sangkar atau kelompok lain.
Beberapa bakteri dapat membuat makanan mereka sendiri dari sinar matahari, sama seperti tanaman. Juga seperti tanaman, mereka melepaskan oksigen. Menyerap bakteri lain makanan dari bahan mereka hidup pada atau masuk Sebagian dari bakteri ini dapat hidup dari besi atau belerang! Bakteri yang hidup dalam perut Anda menyerap nutrisi dari makanan yang dicerna yang telah Anda makan.
Beberapa bakteri bergerak tentang lingkungan mereka dengan cara lama, cambuk-seperti struktur yang disebut flagela. Mereka memutar flagela mereka seperti motor tempel kecil untuk mendorong diri mereka sendiri melalui lingkungan cair. Mereka mungkin juga membalikkan arah yang memutar flagela mereka sehingga mereka jatuh sekitar di satu tempat. Bakteri lain mengeluarkan sebuah lapisan lendir dan cairan di atas permukaan seperti siput. Lain tinggal hampir di tempat yang sama.
Bakteri hidup pada atau di hampir setiap materi dan lingkungan di Bumi dari tanah air ke udara, dan dari tubuh Anda untuk es Kutub Utara ke gurun Sahara. Setiap sentimeter persegi kulit Anda rata-rata sekitar 100.000 bakteri. Satu sendok teh tanah mengandung lebih dari satu milyar (1.000.000.000) bakteri.
 Ganggang

Gambar 3. Ganggang


Algae ditemukan dalam air segar dan garam di seluruh dunia. Mereka juga dapat tumbuh di bebatuan dan pohon-pohon dan di tanah ketika air yang cukup tersedia.
Kebanyakan ganggang mampu membuat energi dari sinar matahari, seperti tanaman lakukan. Mereka menghasilkan sejumlah besar oksigen yang kita hirup. Namun, pada beberapa tahap kehidupan mereka, beberapa alga mendapatkan nutrisi dari makhluk hidup lainnya.
Diatom adalah salah satu jenis ganggang. Mereka memiliki cangkang keras yang terbuat dari kaca. Ketika mereka mati, kerang ini tenggelam ke dasar lingkungan air mereka. Kami tambang deposit kaca ini kerang yang membentuk ratusan ribu tahun yang lalu untuk membuat abrasive, jalan mengkilat cat dan pasir dalam pasta gigi. Diatom datang dalam segala macam bentuk-ada yang bulat dan yang lainnya oval. Beberapa tampak seperti daun dan lain-lain seperti lemak koma.
Karena ganggang membuat begitu banyak oksigen, mikroba ini sangat membantu. Tetapi kadang-kadang beberapa jenis alga juga bisa tumbuh dalam jumlah besar seperti bahwa ketika mereka tiba-tiba mati secara massal, yang meruntuhkan mereka menghancurkan sel-sel oleh bakteri jumlah oksigen terlarut dalam air, menyakiti binatang dan tumbuhan yang hidup di sana.
Jamur
Gambar 4. Jamur
Fungi adalah organisme yang ilmuwan pernah bingung dengan tanaman. Namun, para ilmuwan telah menemukan bahwa, pada tingkat sel, jamur lebih seperti binatang daripada mereka seperti tanaman. Untuk satu hal, jamur tidak dapat mensintesis makanan sendiri seperti tanaman lakukan, tetapi sebaliknya mereka makan organisme lain seperti halnya binatang.
Jamur datang dalam berbagai bentuk dan ukuran dan jenis yang berbeda. Mereka dapat berkisar dari satu sel ke sel rantai besar yang dapat meregang untuk mil. Jamur bersel tunggal mencakup makhluk hidup yang ada secara individual, seperti ragi, dan multisel cluster, seperti jamur atau jamur. Sel ragi tampak bundar atau oval di bawah mikroskop. Mereka terlalu kecil untuk dilihat sebagai individu, tetapi Anda dapat melihat kelompok besar mereka sebagai lapisan tepung putih pada buah dan daun.
Cetakan yang digambarkan sebagai filamen-seperti karena mereka membentuk filamen panjang seperti, atau benang-seperti, helai sel yang disebut hyphae. Hyphae ini adalah apa yang memberikan koloni jamur fuzzy penampilan mereka. Mereka juga membentuk tubuh yang berdaging, atau jamur, bahwa beberapa spesies tumbuh. Ini mungkin aneh untuk memikirkan sesuatu yang besar sebagai jamur sebagai mikroba. Tetapi sel-sel yang membentuk hyphae jamur yang terhubung dalam cara yang lebih dekat daripada sel-sel makhluk hidup multisel lain, seperti kau dan aku, adalah.
Jamur biasanya tumbuh baik dalam lingkungan yang sedikit asam. Mereka dapat tumbuh pada bahan dengan kelembaban sangat rendah. Jamur hidup dalam tanah dan pada tubuh Anda, di rumah Anda dan pada tanaman dan hewan, di air tawar dan air laut. Satu sendok teh mengandung humus sekitar 120.000 jamur.
Jamur pada dasarnya stasioner. Tapi mereka dapat menyebar baik dengan membentuk spora reproduksi yang dibawa angin dan hujan atau dengan tumbuh dan memperluas hyphae mereka. Hyphae tumbuh sebagai bentuk sel-sel baru di ujung, bahkan menciptakan rantai lagi sel.
Jamur menyerap nutrisi dari hidup atau mati bahan organik yang mereka tumbuh. Mereka menyerap sederhana, mudah dilarutkan nutrisi, seperti gula, melalui dinding sel mereka. Mereka mengeluarkan enzim pencernaan khusus untuk memecah nutrisi kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana mereka bisa menyerap.
Beberapa jamur yang sangat berguna bagi kita. Kami telah menggunakan beberapa jenis untuk membuat antibiotik untuk memerangi infeksi bakteri. Antibiotik ini didasarkan pada senyawa alami menghasilkan jamur untuk bersaing dengan bakteri untuk nutrisi dan ruang. Kami menggunakan ragi roti, untuk membuat roti naik dan untuk minuman bir. Memecah jamur tanaman dan hewan yang mati dan menjaga dunia lebih rapi. Kami sedang mencari cara untuk menggunakan jamur musuh alami hama serangga untuk menyingkirkan bug tersebut.
Ada beberapa jamur berbahaya yang menyebabkan penyakit pada tanaman, hewan dan manusia. Jamur merusak sekitar seperempat setengah dari buah-buahan dan sayuran yang dipanen setiap tahun.
Protozoa

Gambar 5. Protozoa


Kata protozoa yang berarti "binatang kecil." Mereka dinamakan demikian karena banyak spesies berperilaku seperti binatang kecil, mereka berburu mikroba lain sebagai makanan.
Protozoa terutama memakan bakteri, tetapi mereka juga memakan protozoa lainnya, dan kadang-kadang jamur. Beberapa protozoa yang menyerap makanan melalui jaringan seluler mereka. Lain, mengelilingi dan menelan makanan itu. Lain memiliki mulut yang disebut bukaan pori-pori di mana mereka menyapu makanan. Semua protozoa yang mencerna makanan di perut mereka seperti kompartemen. Ketika mereka mencerna, mereka membuat dan melepaskan nitrogen, yang merupakan unsur yang tanaman dan makhluk yang lebih tinggi lainnya dapat digunakan.
Protozoa bervariasi dalam ukuran dari 1 / 5, 000, 1 / 50 dari satu inci diameter. Mereka dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok umum berdasarkan bentuknya. Satu kelompok adalah Ciliates, yang umumnya protozoa yang terbesar. Mereka memiliki rambut seperti proyeksi yang disebut silia dan mereka memakan dua jenis protozoa serta bakteri. Kelompok kedua adalah amuba. Kelompok ketiga adalah flagelata, yang biasanya terkecil dari protozoa dan memiliki satu atau beberapa lama, cambuk-seperti proyeksi yang disebut flagela membentang dari sel mereka.
Untuk berburu, protozoa harus mampu bergerak. Amoebas selut tentang dengan memperluas bagian dari sel mereka. Amuba memiliki membran sel cairan atau penutup bahwa mereka dapat berbaring, membungkuk dan kurva. Ketika membran bergerak keluar, cairan dan bagian lain di dalam sel mengikuti, mengalir ke tonjolan baru diciptakan oleh membran bergerak. Banyak Ciliates berenang bersama dengan mengalahkan mereka silia dalam pola berirama, seperti begitu banyak dayung kecil. Flagelata berenang dengan melambaikan flagela mereka, menggunakan mereka banyak seperti ikan menggunakan ekornya untuk mendorong dirinya sendiri melalui air.
Kebanyakan protozoa yang melakukan kita tidak membahayakan. Tetapi ada beberapa yang menyebabkan penyakit. Satu jenis amuba dapat hidup di usus manusia. Hal feed pada sel-sel darah merah dan menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai disentri. Spesies lain protozoa yang sakit dapat ratusan ribu orang ketika masuk ke air keran. Mungkin yang paling terkenal mematikan protozoa penyebab penyakit malaria, penyakit mengerikan yang mengarah ke sekitar 800.000 kematian setiap tahun di seluruh dunia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar